https://www.box.com/s/bb4rmtecvqedbsjivr94

Jumat, 09 Oktober 2015

Banyuwangi Batik Festival Bangkitkan Gairah Desainer Muda

Banyuwangi Batik Festival Bangkitkan Gairah Desainer Muda 

Banyuwangi -
Perhelatan Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang digelar Pemkab Banyuwangi sejak tahun lalu membawa geliat bagi pelaku fashion asal Banyuwangi. Mereka yang selama ini bekerja "underground", merasa diberikan panggung untuk menunjukkan karyanya.

Salah satunya Anita Yuni, desainer fashion asal Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, yang antusias menyambut event festival batik tersebut. Meskipun BBF telah digelar sejak tahun lalu, bagi Anita Yuni, keterlibatannya di BBF tahun ini adalah yang pertama. Anita yang memulai karirnya sebagai desainer aksesoris dengan label Hijabox ini, awalnya tidak tertarik terlibat dalam BBF.

Di benaknya saat itu, BBF hanya sekadar gelaran biasa tanpa sesuatu yang istimewa. Namun, pandangan itu berubah selepas Anita menonton tayangan BBF di jejaring sosial dan ia merasa tertantang untuk terlibat di ajang bergengsi ini.

"Pas akhir tahun lalu, saya iseng melihat Youtube. Saya kaget setelah lihat tayangannya ternyata fashion batik ini digarap dengan serius oleh Pemkab Banyuwangi. Kebetulan juga, saat itu passion saya di fashion design mulai tumbuh. Saya pun memutuskan harus ikut berkiprah tahun 2014 ini," tutur Anita.

Anita yang tinggal di Glenmore, kawasan Selatan Banyuwangi, pun terus mengeksplorasi kekayaan kultur lokal. Saat mengunjungi sejumlah rumah penduduk dia melihat banyak keramik antik peninggalan zaman Belanda dengan motif yang seragam. Warna biru dan putih yang mendominasi motif keramik-keramik tersebut diketahui bernama royal delf blue. Kawasan Glenmore memang dikenal sebagai salah satu basis tempat tinggal warga Belanda ketika masa penjajahan dulu.

"Motif yang menjadi bagian warisan budaya warga Glenmore inilah yang saya angkat untuk bersanding dengan batik banyuwangi. Gambar dan warna khas Belanda itu lalu saya enjawantahkan dalam motif khas batik banyuwangi, yaitu motif Gajah Uling dan Kangkung Setingkes, hingga lahirlah konsep batik yang saya beri nama Holland van Java," ungkap Anita.

Akan ada tiga desain yang ditampilkan Anita. Satu desain glamor untuk perempuan dan dua desain glamor untuk pria. Desain glamor perempuan dengan dominasi warna pink lembut mengusung konsep yang berbeda dari tiga lainnya yang dinamakan "The Blooming Blambangan".

Sebagai desainer yang juga seorang dokter, Anita tidak bisa melepaskan aspek kesehatan dari semua desainnya termasuk yang akan ditampilkan di BBF besok. Anita memilih batik yang dibuat dengan pewarna alam.

Misalnya warna biru diambil dari tanaman indigofera yang difermentasikan. Di ajang BBF yang akan digelar akhir pekan ini, Anita yakin kelak akan menjadi salah satu ajang kreasi spektakuler yang menguji daya seni dan kreatifitas tingkat International.

"Konsistensi pemerintah setempat akan menyeleksi dan membentuk secara alami pekerja dan penggiat seni kreatif," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar