https://www.box.com/s/bb4rmtecvqedbsjivr94

Jumat, 09 Oktober 2015

Tarian Bali, Banyuwangi, dan Aceh Tampil di Indofest

  

Kementerian Pariwisata mendukung even Indofest (Indonesia Festival) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Australia Indonesia di Australia Selatan, Flinders University (presenting partner) dan Adelaide City Council (sponsor). Even Ke-8 di Gedung Seni Adelaide, Museum Australia Selatan, Museum Migrasi dan Perpustakaan Negara pada 5 – 6 Oktober 2015.

Menteri Pariwisata Arief Yahya  menyatakan festival adalah salah satu cara terbaik untuk mengenalkan budaya sebuah bangsa dan mempercayai bahwa seeing is believing dan experiencing is believing. Melihat dan mengalami sendiri membuat yakin, itulah dasar diadakannya Indofest.


Pada festival kali ini beragam komunitas di Australia Selatan berkolaborasi dengan  tujuan  utama memperkenalkan Indonesia ke masyarakat Australia Selatan lewat kesenian, budaya, musik, makanan, dan bahasa Indonesia. Selain itu, ada juga misi meningkatkan minat dan studi tentang budaya dan bahasa Indonesia, juga sebagai wadah  menyediakan kesempatan untuk memperluas jaringan bagi sponsor, pejabat pemerintah Australia Selatan dan Indoneisa.


“Indofest merupakan satu-satunya festival di Australia yang berkelanjutan selama delapan kali dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah Australia, khususnya South Australia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia. Animo warga Australia mencapai  90 persen mengunjungi gelaran Indofest,di mana tahun ini diperkirakan ada 10.000 pengunjung di Indofest,” ungkap Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu dalam pernyataan tertulis kepada SH, Jumat (9/10).


Tamu kehormatan yang hadir pada  festival ini antara lain Gubernur South Australia, Menteri Multikultural South Australia, Walikota Adelaide, dan beberapa anggota parlemen South Australia.

"Sembari menikmati sajian makan,  para pengunjung menyaksikan penampilan para seniman Indonesia, ada tarian Bali, Banyuwangi, dan Aceh, dan  tidak sedikit yang kagum dan kemudian memberikan aplaus ketika pertunjukan usai,” Vinsen menambahkan.


Arena budaya dan kuliner menjadi titik keramaian. Masyarakat Adelaide berbondong-bondong menikmati kuliner dan kesenian Indonesia. Ada sate, bakso, rendang, dan beragam makanan tradisional Indonesia lainnya yang disajikan. Antrean panjang pun tidak terhindarkan pada setiap jenis makanan  yang  disajikan
Program Forum Pariwisata juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan lebih jauh tentang pariwisata Indonesia. Industri pariwisata Australia yang berkumpul mendapat penjelasan tentang perkembangan pariwisata Indonesia.

Tentang kebijakan bebas visa, destinasi wisata selain Bali, program-program yang sudah dan akan dijalankan, serta tentunya capaian yang sudah berhasil diraih. Topik Beyond Bali (destinasi wisata selain Bali) sengaja mengemuka untuk memenuhi rasa ingin tahu masyarakat Australia yang ingin lebih mengenal destinasi wisata lainnya di Indonesia. Bali memang sudah sejak lama menjadi destinasi pilihan utama warga Australia yang ingin pelesir.

Kemenpar juga ambil bagian dengan membuka booth  pameran, untuk lebih menggencarkan program Wonderful Indonesia. Disamping memberikan pengunjung merchandise   juga menyampaikan informasi  tentang kepariwisataan Indonesia terutama berkaitan dehgan informasi lebih jauh tentang destinasi-destinasi wisata di Indonesia.

Di sini, para pengunjung banyak yang menanyakan apa saja destinasi wisata yang ada di Indonesia selain Bali.
Australia, adalah salah satu pasar utama pariwisata Indonesia.
Tahun 2014 wisman Australua mencapai 1,1 juta kunjungan, meningkat 17 persen dari tahun 2013. karena Bali masih magnet terbesar, tapi Kemenpar juga mengenalkan destinasi lain yang tak kalah menarik.

60 persen wisman Australia merupakan repeater yang berarti sudah berwisata ke Indonesia lebih dari satu kali. Bisa disimpulkan,  bahwa kunjungan pertama ke Indonesia menimbulkan kesan baik sehingga ada keinginan untuk datang kembali.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar